Fiya & Jaya
" Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya diciptakan-Nya untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu dapat ketenangan hati dan dijadikannya kasih sayang di antara kamu. Sesungguhnya yang demikian menjadi tanda-tanda kebesaran-Nya bagi orang-orang yang berpikir. "
(QR AR-RUM : 21)
Desa Ujung( Lorong Samping SMPN Ujung Jampea No.9 Kepulauan Selayar)
Desa Ujung( Lorong Samping SMPN Ujung Jampea No.9 Kepulauan Selayar)
Story

Pada bulan September 2022, dia chat saya karena kami satu tim dalam pekerjaan jalan hotmix. Isi chat-nya: “Assalamualaikum.” Saya jawab, “Waalaikum salam.” Karena itu nomor baru, saya balas lagi: “Maaf, dengan siapa?” Lalu dia jawab, “Dengan jodohmu.” Akhirnya saya blok karena saya pikir itu cuma orang iseng.
Keesokan paginya saya ditelepon oleh orang dari Dinas PU, beliau tanya: “Ada yang chat kamu kemarin?” Saya jawab, “Iya ada, Pak.” Katanya: “Itu konsultan yang chat kamu, katanya kamu blokir.” Saya jawab: “Iya, saya blok karena sembarang ngomong, Pak.” Tapi saya bilang, “Tunggu, saya buka blok-nya.” Setelah saya buka blok-nya, saya chat lagi minta maaf karena sudah sempat memblokir.
Akhirnya, lebih dari 3 bulan kami tetap satu tim tapi nggak pernah ketemu langsung, cuma komunikasi lewat HP, itupun kalau ada hal penting soal pekerjaan, karena sudah canggung akibat insiden sebelumnya. 😀

saya nggak sengaja ketemu dia di lokasi jembatan Bontojati. Saat itu dia lagi survei bersama orang dari Dinas PU. Saya dihubungi juga oleh orang PU karena ada sedikit urusan, makanya saya datang ke lokasi. Tapi saya nggak tahu kalau dia juga ada di sana.
Pas sampai, orang PU bilang: “Itu konsultan yang kemarin satu timmu.” Saya bilang: “Oh iya, Pak.” Dia lalu mendekat sambil mengulurkan tangan untuk salaman. Nah, di situ lah kami pertama kali ketemu langsung. Tapi pas saya sampai di rumah, dia mulai chat lagi—bahkan sempat ngajak nemenin ke kondangan, tapi saya tolak. 😀

Desember 2023 kami kembali satu tim. Saat itu saya ada kegiatan di Kota Benteng, Selayar. Kami sama-sama ke kantor dinas karena kebetulan ada pekerjaan kami yang bermasalah, jadi kami konsultasikan kembali ke kantor.Dari situ, mulai ada pendekatan. Dia terus berusaha meyakinkan saya bahwa dia benar-benar serius. Akhirnya, di tahun 2024, kami mulai menjalin hubungan.

Agustus 2024 dia datang ke Pulau Jampea untuk bertemu kembali dan langsung minta izin ke orang tua saya untuk menjalin hubungan serius. Dia menyampaikan kalau dia punya niat baik untuk lanjut ke jenjang pernikahan.
Lalu, pada 13 April 2025, dia datang lagi ke Jampea bersama rombongan keluarga besarnya untuk melamar sekaligus melakukan mappettuada, yaitu prosesi doa adat yang sekaligus mempertegas makna kata pertamanya dulu: “Dengan jodohmu.”
Ucapan
Doa Restu Anda merupakan karunia yang sangat berarti bagi kami.
Fiya & Jaya